Perjalanan Martin Odegaard, Kapten Arsenal Menuju Kesuksesan
Kapten Arsenal, Martin Odegaard, baru-baru ini berbagi refleksi tentang perjalanan kariernya dari Norwegia hingga ke London Utara, setelah timnya meraih gelar juara. Odegaard menjadi kapten Arsenal pertama sejak Patrick Vieira yang berhasil mengangkat trofi liga di London Utara, dan juga yang pertama di era Stadion Emirates yang telah dibuka selama 20 tahun. Dalam wawancara eksklusif bersama FourFourTwo, Odegaard menceritakan perjalanan dari lapangan berbatu menuju Premier League, serta pengaruh besar dari ayahnya, Hans Erik, yang juga seorang pemain profesional.
Odegaard mengungkapkan bahwa jika dia bisa berbicara dengan versi mudanya, mungkin dia tidak akan terkejut mengetahui bahwa dia kini bermain di Premier League. “Saya tidak tahu apakah dia akan terkejut,” ujarnya. “Jika Anda kembali ke masa kecilnya, Anda akan melihat bahwa dia selalu percaya pada dirinya sendiri. Dia percaya bahwa dia akan sukses dan menjadi pemain sepak bola. Jadi dia mungkin akan berkata, ‘Saya benar.’”
Odegaard juga menambahkan bahwa meskipun ada beberapa hal yang mungkin akan mengejutkan, dia percaya bahwa versi mudanya akan merasa bahagia melihat posisinya saat ini – bermain untuk salah satu klub terbesar di dunia di liga yang mungkin paling kompetitif, dan berpartisipasi di Piala Dunia mendatang. “Ya, dia pasti akan bahagia,” lanjutnya.
Ayah Odegaard, Hans Erik, dikenal sebagai pemain ternama di Stromsgodset di Drammen, Norwegia, tempat di mana Odegaard Jr. melakukan debutnya pada usia 15 tahun dan 118 hari, menjadikannya pemain termuda yang pernah bermain di liga utama Norwegia. Hans Erik bahkan mendanai lapangan untuk tim muda putranya sambil membantu melatih anak yang kemudian ditandatangani oleh Real Madrid saat remaja.
“Pertandingan pertama yang saya ingat ditonton di stadion adalah salah satu pertandingan ayah saya,” kenangnya. “Saya mungkin berusia lima atau enam tahun. Dia melatih saya, dan kami sering tinggal setelah sesi latihan untuk berlatih bersama. Saya menghabiskan banyak waktu bersamanya melakukan latihan individu. Dia mengajarkan saya pentingnya etos kerja – untuk selalu berlatih keras.”
Setelah bertahun-tahun bekerja keras, kini Odegaard telah membuktikan bahwa semua usaha tersebut terbayar, menjadi kapten pertama asal Norwegia yang meraih gelar juara di Premier League. Kisah inspiratif ini tidak hanya menunjukkan betapa pentingnya keyakinan diri dan kerja keras, tetapi juga menjadi motivasi bagi banyak anak muda di Indonesia yang bercita-cita untuk menjadi atlet profesional.